SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN LATANSA | SEMOGA DAPAT BERMANFAAT BAGI KALIAN |

14.5.09

MANASIK HAJI di latansa


Salah satu program Pondok Pesantren La Tansa dalam peningkatan kualitas IMTAQ santri yaitu mengadakan program pelatihan Manasik Haji bagi santri kelas VI, tujuan program yang dilaksanakan satu hari penuh ini, agar para santri tahu tata cara berhaji, Al-Ustadz H. Dahlan dan Al-Ustadz H. Syahroni secara bergantian memaparkan pengalaman beliau ketika melaksanakan haji pada musin haji tahun ini, menurut beliau, ibadah haji itu, ibadah yang hampir 90 persen merupakan ibadah phisik disaat persiapan pelaksanaan pelatihan Manasik Haji. La Baik Allahumma la baik, menggema seentero La Tansa, segerombolan santri kelas VI lengkap berpakaian Ihram putih-putih, berjalan beriringan menuju miniatur Ka’bah yang diletakkan di tengah lapangan upacara Ibnu Shina, sampai menjelang sore pelatihan ini berakhir dengan melempar jumrah di sebelah kanan Masjid Mas’adul Husain, ada sebuah pelajaran yang juga harus menjadi renungan bagi kita bahwa dimata Allah simiskin, sikaya, sihitam, siputih semuanya sama, toh dari cara pakaian saja kita bisa melihat kesamaan itu, yang membedakan dimata Allah adalah amal baiknya, celoteh si Yusuf kecil.
»»  read more

LANGUAGE MONTH


“Man Arafa Lughota kaumin salima min makrihim” itu merupakan idiom yang kalau diartikan akan memiliki makna “barang siapa menguasai bahasa suatu kaum maka akan selamat dari tipu daya mereka”. Pada kontek ini bahasa menjadi sangat penting, penting sebagai alat komunikasi diantara ummat manusia. Karena begitu penting pamahaman sebuah bahasa, Pondok Pesantren La Tansa mewajibkan seluruh santrinya untuk terus menggali dan mempelajari bahasa Arab dan Bahasa Inggris dan harus diaplikasikannya dalam kehidupann sehari-hari.

Untuk menopang pemahaman dan penguasan bahasa Arab dan Inggris Pondok Pesantren La Tansa melalui Bagian Nahdha dan Markaz Al-Lughah sebagai penggerak disiplin bahasa pada tanggal 06 Januari sampai 02 Februari 2006 mengadakan rangkaian kegiatan Language Month. Kegiatan language month ini secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya, dengan dimotori oleh Deden Ibnu Aqil sebagai ketua panitia kegiatan language month mengusung tema “Lets Open The World with Language” dan motto “Practice your language now or practice it never”.

Tujuan kegiatan Language month ini adalah untuk menumbuh kembangkan keinginan dan kesadaran seluruh santri akan pentingnya penguasaan dua bahasa tersebut yaitu bahasa Arab dan Inggris. Language month dengan segala macam agenda kegiatannya harus terus menciptakan suatu iklim yang kondusip bagi perkembangan pemahaman dan penguasaan seluruh santri pada bahasa Arab dan Inggris.Arabic and English Language are Crown of Pondok..
»»  read more

KONTINGEN 10 WINDU GONTOR


Sampai usianya saat ini Pondok Pesantren Darusslam telah berusia 80 tahun, dan untuk memperingatinya diadakan kegiatan jambore dan raimuna dengan peserta yang berasal dari pesantren-pesantren alumni. Pondok Pesantren La Tansa salah pesantren yang diundang untuk turut meramaikan kegiatan Jamboree dan raimuna di Pondok Pesantren Darusslama Gontor
Pada kesempatan ini Pondok Pesantren La Tansa Mengirim 2 kontingen pasukan, I Pasukan Penggalang dengan komandan Willy dan satu kontinen pasukan penegak dengan komandan Iman Lesmana.
Kontingen ini berangkat menuju gontor pada hari Minggu tanggal 23 April 2008. dengan pembimbing Al-Ustadz HM. Fathoni, S. Ag. Al-Ustadz Syafrudin, S. Ag. Al-Ustdaz Yusuf Ardiansyah, SE. dan Al-Ustadz Abdul Ghofar. Pemimpin Pesantren KH. Adrian Mafatihullah Kariem, S. Ag. Kak Mabikori Al-Ustadz M. Syamsudin, S. Ag. Melepas kontingen dengan iringan do’a dan harapan agar terus menjaga nama baik almamater.
»»  read more

WE ARE SCOUTING BUT WE ARE MOSLEM


Salam Pramuka
Scouting is joly game, pramuka adalah permainan, itu merupakan pameo yang sering terdengar dalam berbagai kegiatan pramuka. Lord Baden Powell adalah orang menciptakan gerakan pramuka. Pramuka di Indonesia digerakkan oleh KH. Ahmad Dahlan seorang kyai yang sangat concern terhadap gerakan-gerakan anak-anak muda pada jaman perjuangan dulu.
Pondok Pesantren La Tansa sangat concern terhadap kegiatan kepramukaan, ini terbukti diwajibkannya seluruh santri putra untuk menjadi anggota pramuka. Pramuka adalah permainan, permainan bukan dalam arti hakiki, tetapi lebih dari itu pramuka adalah wadah pembentukan karakter, mental dan sikap seorang santri. Dan hal tersebut menunjang tujuan pondok pesantren La Tansa untuk terus melahirkan generasi muda yang memiliki karakter, bermental baja sesuai dengan dasa darma, motto dan panca jiwa pondok.
We are Scouting but we are Moslem, sebagai salah satu kawah candra dimuka dalam pembentukan karakter dan mental, pramuka La Tansa harus tetap teguh memegang prinsip idiologis, ruh seorang muslim sejati, yang taat terhadap ajaran agama. Dan untuk menunjang tujuan tersebut kegiatan pramuka di Pondok Pesantren La Tansa dibawah payung organisasi Koordinator Gerakan Depan 1307.
Sebagai sebuah organisasi KGD 1307 memiliki program-program yang menunjang kegiatan pramuka di pondok pesantren La Tansa, salah satu hal yang dilakukan untuk mengorganisir kegiatan kepramukaan ini KGD 1307 membagi andika-andikanya dalam empat gugus depan, yaitu Gugus Depan (GUDEP) Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga
»»  read more

Ekskul Picu Santri Berprestasi


Kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) merupakan suatu kegiatan santri di luar kegiatan belajar mengajar di dalam kelas yang sangat potensial untuk menciptakan santri yang kreatif, berinovasi, trampil, dan berprestasi. Kegiatan ekstra kurikuler ini sangat signifikan, karena banyak para santri yang pintar merupakan santri yang pandai membagi waktu dengan banyak aktivitas yang dilakukannya sehingga membuatnya menjadi santri yang cerdas.
Bukti korelasi tingkat prestasi santri, dengan mereka melakukan kegiatan ekskul merupakan santri yang pandai membagi waktu, karena tidak terfokus pada suatu kegiatan, seperti selain mengikuti kegiatan belajar mengajar mereka juga bisa membagi waktu dengan mengikuti bimbingan belajar, mengikuti pramuka, PMR, olahraga, seni lukis seni kaligrafi dan leter dan sebagainya. Ekskul akan membawa pengaruh signifikan terhadap pembelajaran santri. Ekskul merupakan wadah pengembangan minat dan bakat santri atau penyalur hobi secara positif yang mampu mengasah daya kreativitas jiwa, sportifitas, meningkatkan percaya diri. Akan lebih baik lagi bila santri mampu memberikan prestasi yang gemilang sehingga dapat mengharumkan nama pondok. Oleh sebab itu diharapkan pada santri mampu memanfaatkan kegiatan ekskul ini dengan memilih salah satu atau lebih dari kegiatan yang ada sesuai dengan bakat yang dimilikinya. Bagi santri ekskul merupakan obat mujarab yang mampu menghilangkan kepenatan kejemuhan dan rasa tidak betah hidup di pondok setelah seharian penuh mengikuti KBM di kelas. Meskipun ekskul tidak termasuk dalam penilaian rapot tetapi kegunaanya jauh lebih bermanfaat. Di pondok pesantren latansa ditekankan kepada santri untuk memilih satu dari ragam ekskul yang ada guna menghindari kekosongan yang akan mengakibatkan sesuatu yang tidak diharapkan. Keberadaan Ekskul di pondok pesantren La Tansa memiliki peranan penting yaitu sebagai penjabaran dari panca jiwa pondok, motto pondok sunnah-sunnah pondok serta falsafah-falsafah hidup. Lewat ekskul diharapkan santri memiliki militansi, kepercayaan diri, berdikari dan mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam ruang lingkup terkecil (keluarga) atau ruang lingkup besar (masyarakat).


WALI BAND-BAND SANTRI


Musik adalah sumber inspirasi. Dalam keadaan senang, sedih dan jatuh cinta, musik bisa menjadi motivator tersendiri. Beranjak dari pola pikir semacam itu, WALI Band yang terbentuk pada 31 Oktober 1999 memberanikan diri menggapai mimpi untuk eksis berkarya dalam blantika musik Indonesia dengan meluncurkan album debut bertajuk ORANG BILANG di Nagaswara.
Band yang digawangi Farhan Faank (vokal), Aan Kurnia Apoy (gitar), Tomi (drum), Ovie ((keyboard & synt), serta NuNu (bass), WALI mengandalkan lagu Dik sebagai hit single, sedangkan bintang sinetron Shireen Sungkar didaulat menjadi model video klipnya. Lagu Dik yang bercerita tentang ungkapan kasih sayang abadi seorang terhadap pasangannya ditulis Apoy sebagai songwriter.
Awalnya band ini memiliki nama Fiera karena dianggap kurang menjual, maka nama Fiera diganti dengan nama Wali, WALI sendiri berasal dari kata yang amat memasyarakat yang berarti wakil. "Mengapa dinamakan WALI karena salah satunya mudah diucapkan oleh semua orang. Sisi lainnya adalah kami (WALI) dengan segala keterbatasan yang ada berharap bisa mewakili segenap perasaan dan curahan hati manusia," urai Apoy.
Wali Band adalah grup musik bergenre Lokal Pop Kreatif yang dibentuk pada 31 Oktober 1999, Album pertama mereka bertajuk ORANG BILANG dirilis 26 Maret 2008.
Lagu Dik yang andalan grup yang memasukkan unsur dangdut itu tercatat hingga pertengahan Mei 2008, berhasil menjadi RBT (Ringbacktone) bagi sejuta pemilik ponsel. Ini menjadi barometer kesuksesan grup yang berangotakan lima pria itu.
MENEMUKAN musik yang pas, tidaklah semudah membalik telapak tangan. Selalu ada proses sampai akhirnya racikan musik itu terasa pas, minimal oleh musisinya. Racikan nyaman itulah yang dianggap pas dan kemudian dikemas dalam satau album oleh band yang menamakan dirinya WALI.
Pada saat didaulat sebagai bintang tamu pada peluncuran album ke tiga Al-Ustadz Fairus di Pondok Pesantren La Tansa, Wali Band menghentak ribuan dengan iringan lagu-lagu andalan mereka, selidik punya selidik ternyata Aan Kurnia (Apoy) dan Farhan (Paank) adalah alumni pondok pesantren La Tansa, kami Wali Band adalah santri, kami berlima ini adalah alumni-alumni pesantren kata Farhan sang vokalis.
Farhan (Paank), Aan Kurnia (Apoy) keduanya merupakan alumni pondok pesantren La Tansa tahun 1999, butuh kesabaran dan ekstra kerja keras bayangkan untuk mencapai ini semua, kami butuh waktu hampir delapan tahun, sungguh bukan waktu yang pendek sangat melelahkan, urai farhan ketika bercerita awal mula didirikannya wali band ini, "Suatu hal yang ente terus tekuni, pasti bisa menghasilkan yang sesuatu. Jangan pernah putus asa",tambahnya. "Wali sendiri berdiri tahun 1999, bayangkan! kita pentas dan demo selalu ditolak sana sini, tapi kita tidak putus harapan sebab apabila kita bersungguh-sungguh pasti akan berhasil, ingat man jadda wa jadda. Itu adalah buah dari ketekunan, keseriusan dan buah dari tidak pernah putus asa. Terus berusaha dan berkreativitas.
Aan Kurnia (apoy) sangat gitaris wali yang ketika menjadi santri sebagai salah satu pengurus keamanan osis putra memberikan beberapa masukan kepada seluruh santri ketika kami wawancarai “Kalau melihat kami pada saat ini, khususnya saya. Sepertinya saya harus kembali ke tempat semula. Kalau boleh saya bicara jujur, yang saya dapatkan di La Tansa bukan fisika, biologi, matematika, fiqh, dan lain-lainnya. Tapi justru pembentukan karakter, sebab dimana saja berada orang bisa mengajarkan fisika, biologi. Akan tetapi untuk pembentukan karakter dan pola pikir hanya bisa didapatkan di pesantren.
Jelasnya, 90 persen apa yang saya dapatkan saat ini, jujur semuanya dari pesantren La Tansa ini. Tinggal saya harus menghadapi persaingan yang ketat setelah selesai dari pondok pesantren La Tansa, ternyata pondok pesantren La Tansa telah membentuk pola pikir saya. Ketika saya berhadapan dengan kompetitor yang betul-betul hebat, ternyata saya telah menemukan berbagai macam kehebatan di pondok pesantren La Tansa. Karena seseorang yang menjadi best of the best di pondok pesantren itu sudah sangat luar biasa. Bagi saya bandingan alumni pesantren dengan alumni sekolah non pesantren satu banding seratus. Kunci yang paling utama adalah tetap mempertahankan prinsip-prinsip yang ditekankan dari pondok pesantren La Tansa yang berlandaskan Al-Qur'an dan Hadits. Dari itu semua akan menumbuhkan akhlak dan prinsip-prinsip Islam”.
Aman dan nyaman? Entahlah, itu sebuah ungkapan yang orang lain bisa perdebatkan. Tapi untuk mereka, WALI yang terbentuk 31 Oktober 1999, adalah elemen untuk menghembuskan musikalitas yang sudah mereka buat. Sebuah bukti dari hasil sebuah proses yang berbuah manis dengan sebuah tekad dan usaha yang terus menerus tanpa pantang menyerah. Sejatinya, WALI memang masih terlalu muda untuk bisa disebut eksis diblantika musik tanah air, tapi usaha dan kerja keras yang dikembangkan adalah sebuah bukti nyata akan kesungguhan niat mereka, semoga dengan raihan prestasi yang didapat saat ini tidak melenakan mereka, seperti halnya band-band yang hanya “numpang lewat” saja, tapi menjadi landasan berpijak untuk meraih prestasi dimasa yang akan datang. Sehingga wali bisa dan benar-benar eksis di blantikan musik tanah air dengan segala ciri khasnya, dengan segala kreatifitas. semoga.
»»  read more

Followers

daftar isi blog latansa

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

buku tamu

tell a friend

Tell a friend:
 

Copyright © 2009 by pondok pesantren latansa