SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN LATANSA | SEMOGA DAPAT BERMANFAAT BAGI KALIAN |
Tampilkan postingan dengan label pendiri pondok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendiri pondok. Tampilkan semua postingan

12.5.09

almarhum pendiri pondok ( kh ahmad rifai arif )


lmarhum Pendiri Pondok Pesantren La Tansa
Dilahirkan di Gintung, sebuah desa di Jayanti, Tangerang, pada penghujung tahun tepat 31 Desember 1942. Lilip, panggilan akrab beliau, telah digembleng dalam suasana religius oleh sang ayah, H. Kasad Mansyur semenjak dini. Ayah beliau yang menjadi guru Al-Qur’an pertama bagi beliau. Pada umur 7 tahun beliau di masukkan ke Sekolah Rakyat, namun karena jiwa beliau yang telah melekat dengan dien, tepat pada tahun ketiga beliau memilih pindah ke sekolah agama.
Pada tahun 1958 setelah menuntaskan pendidikannya di MMA, beliau masuk ke Pondok Modern Gontor. Tekad dan niatnya yang bulat untuk memperdalam dan terus belajar ilmu agama menanamkan semangat membara demi tegaknya agama Allah. Pondasi ketabahan dan kesabaran yang ditanamkan Pondok Pesantren Modern Gontor, ditunjang oleh kecerdasan, sifat bijaksana dan wibawa yang tinggi yang dimiliknya, menghantarkan beliau untuk menjadi ketua persatuan pelajar Indonesia (PPI) tahun 1963 sampai 1964, pada saat beliau duduk di kelas lima dan kelas enam.
Setelah lulus dari KMI tahun 1964 beliau mengabdi di Gontor selama satu tahun, disamping juga mengaji kitab-kitab kuning di luar Gontor. Pada masa inilah jiwa Jihad Fi Sabilillah yang terus menggelora itu membuahkan cita-cita besar luhur dan agung, yaitu ingin mendirikan sebuah lembaga pendidikan Pondok Pesantren di kemudian hari.
Almarhum KH. Drs. Ahmad Rifa’i Arief yang memiliki sifat haus ilmu, kerja keras yang tak kenal lelah, kemudian meneruskan pendidikan ke IAIN Sunan Gunung Jati Serang, pada Fakultas Syariah tahun 1967. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 20 Januari 1968, dengan berharap ridha dan tuntunan Ilahi Rabbi, beliau mendirikan Pondok Pesantren Daar El-Qolam yang memiliki system hidup yang persis sama dengan yang diterapkan di Pondok Modern Gontor.
Pada masa-masa awal pesantren yang didirikan tersebut kurang mendapat sambutan yang baik dari masyarakat luas di sekelilingnya. System pendidikan modern yang mengharuskan memakai dasi dan berbahasa Inggris yang diterapkan oleh beliau, dianggap masyarakat sekitarnya peniruan terhadap kebudayaan barat. Namun, ketegaran dan ketabahan KH. Drs. Ahmad Rifa’i Arief dalam membimbing, membina dan mencetak santri-santrinya jualah akhirnya yang mampu membuat Pondok Pesantren Daar El-Qolam mampu berkembang pesat seperti sekarang ini.
Sifat bijaksana dan ilmunya yang mampu menunjukkan beliau adalah seorang kyai besar. Pengalaman dan pendidikan yang cukup baik serta disiplin yang tinggi selama di Gontor, walau dalam usia yang relatif muda beliau berhasil mendirikan beberapa lembaga pendidikan yang berpotensi setelah Pondok Pesantren Daar El-Qolam yaitu :
1. Mendirikan Pondok Pesantren La Tansa, Cipanas, Lebak, Banten. Dengan kurikulum SMP dan SMA Plus.
2. Mendirikan STIE ( Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ) dan STAI ( Sekolah Tinggi Agama Islam ) La Tansa Mashiro di Rangkasbitung.
3. Merintis Pesantren wisata sakinah La Lahwa di Citeureup, Panimbang, Pandeglang.
Pada tanggal 15 Juni 1997, seusai memberikan petuah-petuah terakhirnya pada acara penglepasan santriwan dan santriwati untuk liburan akhir tahun, KH. Drs. Ahmad Rifa’i Arief meninggal dunia. Beliau pulang ke sisi Allah dengan tenang, setelah sukses mendidik dan mencetak santri-santrinya yang berkualitas dan berakhlak karimah. Semoga Allah SWT menerima beliau dalam golongan hamba yang didekatkan padanya, Amien.
ESTAFETA DAN ERA GENERASI KEDUA
Pada tahun 1997 pendiri dan pemimpin pondok pesantren Daar el Qolam dan La Tansa Drs. KH. Ahmad Rifa’I Arief wafat, sepeningggal beliau keluarga besar Drs. KH. Ahmad Rifa’I Arief mengadakan musyawarah dengan mediator KH. Abdullah Syukri, MA. (Pimpinan Pondok Modern Darussalam, Gontor) untuk menunjuk pengganti almarhum Drs. KH. Ahmad Rifa’I Arief menjadi pemimpin pesantren di pondok pesantren Daar El Qolam dan La Tansa, musyawarah tersebut menghasilkan keputusan untuk mengangkat Drs. H. Ahmad Syahiduddin, Dra. Hj. Enah Khuwaenah dan Adrian Mafatihullah Kariem, S. Ag. sebagai penerus estafeta kepemimpinan pondok pesantren Daar el Qolam dan La Tansa. Dengan pembagian wilayah kerja Drs. H. Ahmad Syahiduddin dan Dra. Hj. Enah Khuwaenah di Pondok pesantren Daar El Qolam dan Adrian Mafatihullah Kariem, S. Ag. di Pondok Pesantren La Tansa.
Pada tahun 1999 Drs. KH. Ahmad Syahiduddin sebagai pimpinan pesantren mengeluarkan kebijakan dalam pembagian kerja sebagai langkah kaderisasi kepemimpinan pesantren, dengan menunjuk Drs. KH. Odhy Rosyhuddin dan KH. Soleh sebagai pendamping KH. Adrian Mafatihullah Kariem, S. Ag. Yang telah lebih dahulu memimpin Pondok Pesantren La Tansa, tiga pemimpin pesantren diera kedua ini memiliki wilayah kerja dalam bidang yang berbeda-beda, KH. Adrian Mafatihullah Kariem, S. Ag mengurusi masalah kebijakan pesantren dan kepengajaran, Drs. KH. Odhy Rosyihuddin mengurusi masalah infrastruktur pembangunan sarana dan prasarana santri sedangkan KH. Soleh, S. Ag. MM mengurusi masalah kepengasuhanan santri. Dan pada tahun 2000 Drs. KH. Ahmad Syahiduddin meminta pulang Drs. KH. Odhy Rosyihuddin untuk kembali dan membantu di Pondok pesantren Daar El Qolam. Jadilah saat ini, pondok pesantren La Tansa hanya dipimpin oleh dua pemimpin yaitu KH. Adrian Mafatihullah Kariem, S. Ag. dan KH. Soleh, S. Ag. MM.
Awalnya pemimpin generasi kedua ini mengalami keraguan dan kebimbangan akan kelanjutan pondok pesantren La Tansa sepeningggal pendiri dan pemimpin yang tercinta Drs. KH. Ahmad Rifa’I Arief. Namun berkat tekad yang kuat, niat yang mantap dan perjuangan yang tak pernah lelah serta tawakal kehadirat Allah SWT, generasi kedua mampu mengatasi segala cobaan, rintangan dan ujian yang menerpa untuk mempertahankan, mengembangkan, dan memajukan Pondok Pesantren La Tansa, banyak kemajuan yang dicapai baik fisik maupun non fisik.
»»  read more

pimpinan pondok ( kh adrian )


KH. Adrian Mafatihullah Karim, MA. Merupakan anak kedua pendiri Pondok Pesantren La Tansa, lahir pada 15 Juni 1973 di Gintung, Tangerang. Memulai pendidikan formalnya di SD Rancaleutik (1979) sampai kelas tiga, kemudian pindah sekolah ke SDN Cikande II Hingga tamat pada 1986. seperti anak-anak di desanya, siang hari sepulang sekolah beliau masuk Madrasah di MMA hingga tamat.
Sejak kecil bercita-cita ingin menjadi guru, setelah lulus dari sekolah dasar beliau melanjutkan studi di Pondok Pesantren Daar El-Qolam (PPDQ) yang dipimpin oleh ayah tercinta. Saat mondok di PPDQ, beliau menjabat sebagai wakil ketua ISMI Putra (1991-1992) dan aktif sebagai Pasukan Istimewa Gerakan Pramuka PPDQ. Dalam mengisi liburannya beliau pernah mondok di Pesantren Daar el Ulum Bogor dan Pesantren Cisantri Pandeglang, dibimbing oleh KH. Bustomi mempelajari kitab Alfiyah dan Tafsir Munir.
Tamat PPDQ pada 1992 beliau melaksanakan tugas pengabdiannya dengan mengajar selama setahun. Kemudian melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti HMI cabang Ciputat dan Senat Dakwah IAIN Jakarta, beliaupun tercatat sebagai anggota JIPI (Jaringan Informasi dan Pengkajian Islam).
Disamping kesibukan kuliahnya di IAIN Mulai 1996 beliau aktif mengajar di PPDQ,. Beliau meraih gelar sarjana S-1 pada tahun 1998 dengan judul skripsi “Konsepsi Pesantren Pariwisata Sebagai Sarana Dakwah Alternatif”. Sejak menggantikan kedudukan Sang Ayah sebagai Pimpinan Pondok, kesibukannya makin bertambah karena harus bolak-balik untuk mengajar di PPDQ dan Pon-Pes La Tansa. Beliau berencana akan melanjutkan pendidikannya sampai S-3 sesuai dengan amanat sang Ayah. Pada usia 27 tahun, Pada tahun 2001 melangsungkan kehidupan berkeluarga mempersunting muridnya sendiri Khaerunnisa putri pasangan Bapak Drs. H. Mahmud Yunus dan Ibu H. Suhanah, S. Ag, dan beliau dianugerahi dua orang anak bernama Ahmad Alief Al-Fawaz yang lahir pada tahun 2002 dan Putri Fakhira Hansa yang lahir pada tahun 2007. Ditengah-tengah kesibukan beliau memimpin Pondok Pesantren La Tansa, beliau menyelesaikan program pasca sarjana (S2) di Universitas Muhammadiyah Jakarta (2006), dengan judul tesis “Keadilan dalam Poligami menurut Sayid Qutub”. Semoga beliau diberikan kekuatan dan kemudahan dalam mengemban amat memimpin pesantren La Tansa, Amin
»»  read more

wakil pimpinan pondok ( kh sholeh )


“Enceh” adalah sapaan akrab beliau semasa kecil, sosok seorang hakim dan dosen merupakan impian dan dambaan masa depan yang dicita-citakannya. Beliau dilahirkan di Pandeglang pada tanggal 15 Oktober 1966 bertepatan dengan 1 Rajab 1386 Hijriah. Beliau adalah putra terakhir dari enam bersaudara (berurutan : KH. Sanusi, Hj. Embay Aisyah, Hj. Siti Aminah, H. Sofwani, A. Muslih, KH. Sholeh, S. Ag, MM). Ayah beliau bernama H. Rosyad dan Ibu Hj. Siti Ambiah (Alm).
Pada tahun 1979 beliau lulus Sekolah Dasar, tepatnya di SDN 1 Cilaja Pandeglang, kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Pandeglang (1979-1982). SMAN 1 Pandeglang (1982-1985) dan dengan semangat "Never Too Old To Learn" (Red) beliau menimba ilmu di pondok pesantren ternama di Indonesia Gontor Ponorogo Jawa Timur selama empat tahun (kelas intensif, 1985-1989). Di OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern) beliau mengemban amanat sebagai staf administrasi Pondok Gontor. Setelah menyelesaikan studinya di Gontor (1989) beliau mengabdi di SMU Abul Yatama Banda Aceh. lebih dari satu tahun mengabdi di pesantren tersebut, beliau melanjutkan studinya di IAIN Sunan Gunung Djati, Serang dan meraih gelar S.Ag pada fakultas perbandingan madzhab dengan judul skripsi "Negara Hukum Berdasarkan Al-Qur'an Dan Pancasila" (study comperative pada tahun 1994). Kesibukan beliau selain kuliah yaitu privat dan bergabung dengan BPR Bank Syariah Muamalat, Cilegon,Banten. Tidak cukup sampai di situ, beliau melanjutkan S2 di Institut Pengembangan Wirausaha Indonesia (IPWI) dan mendapat gelar S2 (MM) pada tahun 2000 dengan judul Tesis "Strategi Pemasaran Produk PT. BPR Syariah Baitul Muawanah, Cilegon". Di kampus beliau aktif di HMI, Forum Komunikasi RemajaMasjid, Pandeglang dan ISTADA di Aceh, yang sekarang menjadi ketua STIE La Tansa Mashiro Rangkasbitung.
KH. Soleh, S.Ag, MM, menikah pada tahun 1995 di usia 29 tahun dengan putri sulung Drs. KH. Ahmad Rifa'i Arief (Alm), yaitu Al Ustadzah Ernawati Shulhatul Imamah, S. Ag (24 tahun). Saat ini keluarga beliau dikaruniai 3 orang putra yaitu : Ahmad Zulfi Ali Dawwas ( 8 tahun) dan Dzikri Adzkia Arief ( 5 tahun) dan Risna Amania Khusnaya(2 Bulan) Maka semenjak itu beliau mengabdi di Pondok Pesantren La Tansa mendampingi Al-Ustadz KH. Adrian Mafatihullah Kariem, S. Ag. Untuk memimpin Pondok Pesantren La Tansa dan mengembangkan kampus pergruan tinggi La Tansa Mashiri, semoga beliau diberikan kekuatan dan istiqomah dalam pengabdiannya.
»»  read more

Followers

daftar isi blog latansa

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

buku tamu

tell a friend

Tell a friend:
 

Copyright © 2009 by pondok pesantren latansa